thumbnail

Teater 15 PR IPNU-IPPNU Wates Pentaskan Lakon Tumbal, Angkat Kritik Keserakahan Manusia

admin admin | 2 min read | 5 orang telah membaca
03 November 2026

PelajarKudus.com– Grup Teater 15 Pimpinan Ranting (PR) IPNU-IPPNU Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, sukses menggelar pementasan teater bertajuk “Tumbal” pada Minggu (30/8/2026) malam. Pertunjukan yang berlangsung di Taman Padang Bulan, Desa Wates, tersebut dimulai pukul 19.30 hingga 22.00 WIB.

Pementasan ini mengangkat lakon “Tumbal” karya Telias yang disutradarai oleh Edi S. Sebelum memasuki acara inti, penonton terlebih dahulu disuguhkan pertunjukan kesenian barongan yang dibawakan oleh kelompok KKN UIN Sunan Kudus. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penampilan utama Teater 15 yang berhasil menghadirkan suasana dramatis dan penuh ketegangan.

Antusiasme masyarakat Desa Wates dan sekitarnya terlihat begitu tinggi. Ribuan penonton dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, memadati area Taman Padang Bulan. Sejumlah delegasi pimpinan ranting IPNU-IPPNU dari wilayah Kecamatan Undaan maupun luar kecamatan turut hadir untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.

Sepanjang pementasan, penonton tampak larut dalam alur cerita yang disajikan. Suasana semakin menegangkan ketika para pemain memasuki adegan-adegan puncak yang menjadi inti konflik dalam lakon “Tumbal”.

WhatsApp Image 2026-11-03 at 12.30.11 PM (1).jpeg 54.79 KB

Sutradara sekaligus Lurah Teater 15, Edi S., menjelaskan bahwa pemilihan lakon tersebut dilatarbelakangi keinginan untuk menyuarakan penderitaan orang-orang tidak bersalah yang menjadi korban keserakahan manusia.

“Kenapa harus Tumbal? Karena kita ingin mengungkap jeritan dan tangisan orang-orang tak bersalah yang menjadi korban keserakahan manusia keji. Cerita ini dipilih sebagai media penyampaian pesan moral bahwa sejatinya kejahatan paling mengerikan bukanlah mistis atau makhluk halus, melainkan kelakuan manusia yang rela menghalalkan segala cara dan menumbalkan sesamanya demi keuntungan pribadi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua IPPNU Desa Wates, Ratih Ayu Wulandari, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia secara khusus mengapresiasi panitia Bright Moon Feast, masyarakat, serta para delegasi IPNU-IPPNU yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan menyaksikan pementasan.

“Terima kasih saya ucapkan kepada panitia Bright Moon Feast yang telah menyelenggarakan acara ini. Terima kasih juga kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung pementasan ini, khususnya pimpinan ranting IPNU-IPPNU se-Kecamatan Undaan maupun luar Undaan yang telah hadir. Saya berharap Teater 15 tidak berhenti berkarya, karena sejatinya dengan berkarya, hidup kita menjadi lebih bermakna,” tuturnya.

Melalui pementasan ini, Teater 15 tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga berupaya menjadikan seni teater sebagai ruang ekspresi, kritik sosial, dan penyampaian pesan moral. Kehadiran pertunjukan tersebut menjadi bukti bahwa pelajar dan generasi muda memiliki ruang untuk terus berkarya sekaligus menyuarakan berbagai persoalan sosial melalui kreativitas seni.

Penulis : Ilmi

Discussions

Login to Post Comments
No Comments Posted