Ning Khilma Anis Tebar Semangat Literasi di Qudsiyyah Putri

Penyampaian Materi Oleh Ning Khilma Anis Pada Acara Sarasehan Literasi di Qudsiyyah Putri, (9/01/2023) [Doc.Penulis]

Pelajar Kudus– Qudsiyyah Putri mengadakan Sarasehan Penguatan Literasi dengan tema Santri Melek Literasi dan Mandiri pada Senin (09/01/2023).

Sarasehan yang diikuti oleh seluruh warga Qudsiyyah Putri ini menghadirkan Penulis Best Seller Novel Hati Suhita, Ning Khilma Anis.

Prof. Ihsan, M.Ag. dalam sambutan kegiatan sarasehan menyampaikan bahwa membaca dan menulis yang terkemas dalam kegiatan mengaji merupakan rutinitas santri. Maka saat ini santri diminta untuk mempunyai Grow mindset bukan lagi Fix mindset, artinya bukan lagi soal akademik, tetapi juga mengembangkan potensi di dalam diri. Apalagi mengingat saat ini sudah serba digitalisasi.

Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada narasumber karena akan berbagi banyak ilmu dan berbagi pengetahuan.

“Terima kasih kepada Ning Khilma Anis yang hari ini akan berbagai banyak ilmu dan pengetahuan mengenai menulis dan berliterasi,” ujar Pak Ihsan, salah satu pengurus Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah (YAPIQ) Menara Kudus.

Peserta Acara Sarasehan Literasi di Qudsiyyah Putri, (9/01/2023) [Doc.Penulis]
Dalam acara, Ning Khilma Anis menyampaikan pesannya agar santri Qudsiyyah Putri semangat berkarya.

Klungsu-Klungsu Waton Udu. Dalam konteks literasi yang penting kita menulis walaupun sedikit. Lebih baik nyumbang satu karya daripada hanya beragan-angan,” pesan beliau kepada 1000-an peserta.

Ning Khilma juga menyampaikan 8 nasihat Astra Brata agar menjadi perempuan berbudi luhur. Diantaranya perempuan harus memiliki watak bumi (Hambek Kisma) artinya jembar, semakin diinjak semakin subur. Selain itu perempuan juga harus Hambek Surya, seperti matahari yang tidak pernah ingkar janji. Matahari memberikan sinar siang hari dan datang lagi keesokan hari.

Poin kemandirian disampaikan Ning Khilma menyadur pada ajaran Bagus, Ngaji, dan Dagang (Gusjigang) dari Sunan Kudus. Santri selain bagus akhlaknya, bisa mengaji, juga menghidupi kehidupannya dengan berdagang.

“Jangan bergantung kepada orang lain. Begitupun perempuan. Santri perempuan harus mandiri. Ya bagus akhlaknya, pintar ngajinya, juga mandiri hidupnya. Kalau masih di pondok bisa dengan menggali terus potensi diri,” tambah penulis buku sastra perempuan ini.

Nuha Janiya salah satu peserta sarasehan sangat senang dengan kegiatan ini. Menurutnya kedatangan penulis Novel Best Seller Hati Suhita ini menjadi penambah semangat dalam membaca dan menulis.

“Senang sekali, jadi termotivasi agar menjadi seperti Ning Khilma. Menjadi penulis yang menebar banyak kebermanfaatan,” ujar Santri tingkat Tsanawiyah itu.

Sarasehan yang dilaksanakan di halaman Qudsiyyah Putri mulai pukul 08.00-12.00 WIB berlangsung dengan khidmat, meriah, dan semarak. Antusiasme peserta pun terlihat dari berbagai pertanyaan dan pembelian Novel Hati Suhita dan Wigati.

“Santri sangat antusias,  banyak yang langsung membeli novel Suhita dan Wigati lewat saya,” ujar Kepala Perpustakaan Qudsiyyah Putri, Ibu Haniah Urwatul Wutsqo.

 

Penulis : Afsana Maulida (Kontributor Pelajar Putri)

Editor  : Redaksi