Sidang Komisi A Kongres IPPNU ke-XIX Tetapkan Dua Isu Kontroversi

Pelajar Kudus – Hasil Sidang Pleno Komisi A Kongres IPPNU ke-XIX dengan pembahasan PDPRT (Peraturan Dasar Peraturan Rumah Tangga) di Jakarta yang di gelar sabtu malam 13 Agustus 2022 di gedung SG 1 Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, menghasilkan beberapa keputusan dua diantaranya paling kontroversi.

Dua keputusan yang paling kontrovesrsi tersebut menyangkut isu-isu menjelang kongres dari sekian banyaknya isu. Dua aturan yang paling disoroti dalam sidang ini mengenai batasan usia persyaratan calon ketua umum IPPNU maksimal umur 24 tahun.

Hasil keputusan yang kedua yakni, calon ketua umum IPPNU harus sudah pernah menjadi pengurus pimpinan pusat dan pimpinan wilayah sebelumnya.

Peserta Kongres IPPNU ke-XIX asal PW Lampung Tira Fitrianti, mengamini arahan batasan usia persyaratan calon ketua umum IPPNU maksimal umur 24 tahun.

“Artinya ketika menjabat di PP usia maksimal 24 tahun, sudah produktif untuk mengurusi PP,” terangnya.

Menurutnya, calon ketua umum sudah harus menjabat sebagai pengurus di PW dan PP katena calon ketua umum harus memenuhi kriteria standarisasi artinya harus tuntas kaderisasinya mulai dari PC PW dan PP.

Namun, hasil keputusan kongres IPPNU ke XIX ini baru bisa berlaku dalam masa transisi maksimal satu tahun dan untuk Kongres IPPNU ke-XIX ini masih terpaku pada keputusan kongres ke XVIII di Cirebon tahun 2018 lalu.

Penulis: Nuhayaus Aunila