SMADA Fireflies dan Pandemi yang Tak Kunjung Usai

Sumber: Dokumen Istimewa

Pelajar Kudus – Menjelang dua tahun pandemi Covid-19 kabar pendidikan di Indonesia hamir tidak baik-baik saja. Meski sekolah sudah mulai offline seperti sediakala namun perlu adanya penangan khusus untuk mengembalikan mutu pendidikan sebab pembelajaran online yang kurang maksimal.

Momen ini pelajakudus.com manfaatkan untuk mewawancarai ketua OSIS SMA 2 Kudus, Surya Juang Ali Akbar. Ia menjelaskan sedikit banyak tentang kegiatan menarik dari program OSIS yang banyak dinanati dan juga keluh kesah yang dihadapi menjabat di masa pandemi Covid-19.

Sebagai seorang ketua, Juang, sapaan akrabnya memegang tanggung jawab yang besar untuk mengarahkan para anggotanya, terlebih lagi masalah program kerja. Mereka harus bisa menyesuaikan program kerja apa yang sesuai dengan pelajar saat ini. Juang mengatakan bahwa program kerja yang menarik itu menyesuaikan kondisi yang ada.

“Apabila program yang dilaksanakan di masa pandemi seperti saat ini, program kerja yang menarik adalah SMADA Fireflies, Jelas nya saat di wawancarai pelajarkudus.com

Untuk event SMADA Fireflies sendiri menurut Juang berhasil terlaksana dengan lancar melalui platfrom virtual, Dinas terkait juga memberikan supportd karena event tersebut adalah event akbar yang selalu ramai peminat.

Meski di tahun ini digelar secara online namun ada keuntungan tersendiri bagi panitia untuk melaksanakannya hingga ke tingkat nasional.

“Alhamdulillah partisipan kita bisa tembus hingga ke tingkat nasional,” ungkapnya.

Sebagai seorang pelajar tentunya kita ingin mengetahui bakat dan minat kita. Dan OSIS disini membantu para pelajar dalam menyalurkan minat dan bakat mereka. Semua event pasti ada hal positif dan negatifnya.

Jika kita membuat event hanya seputar pendidikan tentunya para pelajar atau sasaran kegiatan akan merasa jenuh. Rencana ini merupakan awal gebrakan baru OSIS serta menambah eksistensi OSIS di kalangan para pelajar. “Kita ingin memulai gebrakan baru, event baru yang menarik para pelajar serta menambah eksistensi OSIS,” tutur Juang.

Selain itu, Juang mengungkapkan bahwa kegiatan yang menarik para pelajar, terutama dalam kegiatan OSIS ada 2 opsi, pertama adalah SMADA Fireflies dan banyak sekali event-event di hari besar dengan melakukan banyak inovasi dan modifikasi pada pelaksanaan event dan lombanya melalui sistem online / daring.

Disamping itu, program OSIS yang paling diminati adalah piknik. “Dengan ini kita bisa have fun antar sesama pengurus sekaligus mempererat ikatan sesama pengurus”, tambahnya. Disisi lain kita juga bisa merasakan sesekali enjoy . Namun, dikarenakan pandemi saat ini kegiatan ini kebanyakan dibatalkan padahal hal ini merupakan yang paling diminati oleh siswa.

Program lain yang tidak kalah menarik dan bertujuan untuk mendukung literasi digital adalah kegiatan literasi selama lima belas menit. Kegiatan ini menginstruksikan para siswa untuk membaca dan menulis ringkasannya, buku yang dibaca bebas selain buku pelajaran. Hal ini bertujuan untuk menarik minat literasi para pelajar.

Juang mengatakan menurut survei dilapangan kebanyakan dari pelajar minat bacanya itu sesuai dengan keinginan mereka sendiri.

Akan tetapi kegiatan ini masih belum efektif karena belum menjadi kebiasaan para siswa. “Kegiatan literasi ini dirasa belum efektif karena tidak ada dorongan khusus atau paksaan, seperti sesuatu yang bersifat memaksa harus melakukannya sehingga menjadi suatu kebiasaan bagi mereka sendiri,” tutupnya.

Penulis: Aizzatun Nafisah