Lama Vakum, Teater Peace PAC IPNU-IPPNU Undaan Bangkit Lewat Lakon “Dhemit”

PelajarKudus_Setelah sekian lama tak terdengar suaranya di atas panggung pementasan teater, Teater Peace yang berada di bawah naungan PAC IPNU IPPNU Undaan akhirnya kembali lagi setelah vakum dari dunia teater. Teater Peace telah melaksanakan pentas produksi ke – 11 pada Ahad malam, 05 April 2026 di Taman Padang Bulan Desa Wates dalam event Brightmoonfeast. Kegiatan ini di hadiri oleh beberapa kalangan dari tokoh agama, tokoh masyarakat, masyarakat umum, hingga para pelajar se-kecamatan Undaan.

Pementasan kali ini mengangkat judul “Dhemit” naskah karya Heru Kesswa Murti (Gandrik) yang di tulis ulang oleh Upil S, dan di sutradarai oleh Nafis. Pementasan yang digelar dengan penuh antusias ini bukan sekadar ajang unjuk bakat, melainkan momentum kebangkitan bagi para kader muda di Undaan untuk kembali menghidupkan gairah berkesenian teruatama seni teater di lingkungan pelajar NU.

Dalam pementasan ini, Upil S, selaku penulis ulang naskah berjudul “Dhemit” ingin menyampaikan bahwa fenomena sosial terkait investasi dan pembangunan sering kali bertabrakan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kelestarian alam. Ia menegaskan bahwa melalui tokoh-tokoh “Dhemit” (makhluk halus) di atas panggung, mereka sebenarnya sedang menyindir keserakahan manusia yang tega merusak lingkungan demi keuntungan materi.

Nafis, selaku Sutradara Teater Peace menegaskan bahwa lakon “Dhemit” ini merupakan kritik keras terhadap pembangunan yang sering kali mengabaikan alam dan kearifan lokal. Ia ingin mengajak para pelajar untuk lebih peka terhadap keserakahan manusia yang berlindung di balik kedok investasi namun justru merusak lingkungan.”Lakon ini sebenarnya cara kami menyentil kenyataan sosial hari ini. Kami ingin menunjukkan bahwa sering kali manusia itu lebih menakutkan daripada hantu kalau sudah urusan harta dan proyek. Lewat teater yanh berjudul “Dhemit” kami menitipkan pesan agar pembangunan itu jangan sampai mencabut akar budaya dan merusak alam kita sendiri,” tegas Nafis.

Ketua PAC IPNU Undaan, Muhammad Ujang Sholeh Maulana menyampaikan harapan setelah kembalinya Teater Peace setelah lama vakum.”Kami ingin membuktikan bahwa kader IPNU- IPPNU di Kecamatan Undaan tidak hanya bisa dalam urusan organisasi dan keagamaan saja, saya harap pelajar NU di Undaan juga punya nalar kritis dan kreativitas yang tinggi lewat seni peran. Mungkin dengan cara ini, kami berusaha membangun moral pelajar.”” ujarnya.Tarissa Anggia Wulandari, selaku pemeran tokoh Jin Pohon Preh merasa senang, bangga dan bahagia atas terlaksananya pentas teater kali ini.“Sebagai pemeran Teater Peace, saya mendapat pengalaman berharga dalam mendalami karakter dan bekerja sama dengan tim. Kendalanya mungkin rasa gugup, kesulitan memahami peran, dan manajemen waktu. Selama proses hingga pementasan, perasaan saya campur aduk tegang, antusias, lalu berubah menjadi lega dan bangga setelah tampil,” ucapnya.

Penulis : Ilmi