IPNU IPPNU Kudus Siap Gandeng Polri, Ajak Pelajar Lawan Kenakalan Remaja

Pelajar Kudus.com_Di tengah maraknya kasus kenakalan remaja, PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Kudus memilih untuk tidak tinggal diam. Melalui forum diskusi pelajar, keduanya menegaskan komitmen untuk ikut turun tangan—bahkan siap menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga generasi muda.

Komitmen ini mengemuka dalam Diskusi Pelajar bertema “Kenakalan Remaja dan Upaya Pencegahannya” yang digelar Rabu (13/5/2026) malam di Musholla PC NU Kudus. Suasana diskusi berlangsung hangat, diikuti pelajar dari berbagai sekolah, dengan menghadirkan Kompol Rendi Johan Prasetyo dari Polres Kudus sebagai narasumber.

Ketua PC IPNU Kudus, Abdullah Basar, menyebut kegiatan ini lahir dari keresahan yang nyata dirasakan pelajar hari ini.

“Akhir-akhir ini kita sering mendengar kasus kenakalan remaja. Ini jadi kegelisahan bersama. Maka IPNU IPPNU merasa perlu hadir, bukan hanya bicara, tapi ikut mencari solusi,” ujarnya.

Baginya, organisasi pelajar tidak cukup hanya fokus pada kaderisasi, tetapi juga harus peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya.

“Kami ingin hadir di tengah pelajar, menjadi teman sekaligus penggerak. Dan tentu, kami siap berjalan bersama Polri untuk menjaga pelajar Kudus tetap berada di jalur yang positif,” lanjutnya.

Hal serupa disampaikan Ketua PC IPPNU Kudus, Rizky Nailil Chusna. Ia menegaskan bahwa IPNU-IPPNU siap menjadi ruang aman sekaligus tempat bertumbuh bagi pelajar.

“Kami ingin IPNU IPPNU jadi tempat pelajar belajar, berkembang, dan saling mengingatkan. Kami juga siap jadi garda terdepan dalam mencegah kenakalan remaja bersama Polri,” katanya.

Sementara itu, Kompol Rendi Johan Prasetyo memberikan pesan yang cukup “menampar” bagi para peserta diskusi. Ia mengingatkan bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi jangka panjang.

“Apa yang kalian lakukan hari ini bisa menjadi identitas kalian di masa depan. Jadi hati-hati dalam bergaul dan bertindak,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya bijak bermedia sosial, karena jejak digital bisa menjadi catatan yang sulit dihapus.

Diskusi ini pun menjadi bukti bahwa pelajar Kudus tidak tinggal diam menghadapi persoalan zaman. Melalui IPNU dan IPPNU, mereka mulai bergerak—membangun kesadaran, memperkuat karakter, dan menciptakan lingkungan yang lebih positif.

Karena pada akhirnya, perubahan itu memang harus dimulai dari pelajar itu sendiri.

Penulis: Izmi NA