PelajarKudus_Pelantikan sering kali menjadi momen yang dinanti dalam perjalanan sebuah organisasi. Namun, ketika acara selesai dan ikrar amanah telah diucapkan, perjuangan yang sesungguhnya justru baru dimulai. Hal inilah yang menjadi pesan Ketua PC IPPNU Kabupaten Kudus, Nailil Chusna, kepada jajaran pengurus PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Gebog.
Pesan tersebut disampaikan dalam Pelantikan XX dan Rapat Kerja Anak Cabang (Rakerancab) PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Gebog yang berlangsung pada (Sabtu 12 September 2026) di Graha Idola, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Kegiatan ini mengusung tema “Loyal, Komitmen, Bertanggungjawab” sebagai landasan kepengurusan masa khidmah 1447–1449 H / 2026–2028 M.
Dalam sambutannya, Nailil mengingatkan bahwa organisasi tidak akan berjalan apabila hanya mengandalkan ketua atau beberapa orang yang aktif. Setiap pengurus memiliki peran penting untuk menghidupkan organisasi sesuai kemampuan dan potensi masing-masing.
“Kepengurusan bukan berdiri hanya ketua. Kami tidak berharap yang aktif hanya 10 atau 5 orang. Harapan kami, semua pengurus bisa aktif dan memanfaatkan SDM yang ada. Organisasi bukan hanya pimpinan yang berjalan, tetapi semuanya harus bergerak bersama,” tutur Nailil.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa menerima amanah kepengurusan bukan sekadar memiliki nama dalam surat keputusan. Ada tanggung jawab untuk hadir, berkontribusi, dan ikut menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi organisasi.
Loyalitas, komitmen, dan tanggung jawab yang menjadi tema kegiatan juga tidak boleh berhenti sebagai slogan. Ketiganya perlu diwujudkan melalui tindakan nyata selama menjalankan masa khidmah.
“Kalau pengurus tidak loyal, pengurus tidak akan berjalan. Apalagi kalau tidak ada tanggung jawab. Kalian adalah orang-orang yang terpilih, maka amanah ini harus dituntaskan sampai akhir,” tegasnya.
Pelantikan menjadi awal bagi pengurus untuk menjalankan program kerja yang telah dirumuskan melalui Rakerancab. Menurut Nailil, keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh meriahnya pelantikan, melainkan oleh konsistensi pengurus dalam merealisasikan amanah setelah kegiatan tersebut berakhir.
“Ini baru awal. Setelah resmi dan Rakerancab sudah dilaksanakan, silakan dijalankan sebaik mungkin. Kita harus bisa berjalan bersama, saling menolong, dan memberikan manfaat bagi organisasi,” lanjutnya.
Pesan tersebut mengajak seluruh pengurus untuk tidak menunggu instruksi dari pimpinan dalam setiap kegiatan. Pengurus dapat mengambil peran sesuai bidangnya, membantu kader lain, dan menjaga komunikasi agar roda organisasi tetap berjalan.
Bagi IPNU-IPPNU, organisasi bukan hanya tempat berkumpulnya pelajar dan santri, tetapi ruang untuk belajar memimpin, bekerja sama, dan memberikan manfaat. Karena itu, setiap amanah yang diterima menjadi kesempatan untuk mengembangkan potensi sekaligus berkontribusi bagi sesama.
Pelantikan XX PAC IPNU-IPPNU Gebog menjadi momentum untuk membangun kepengurusan yang tidak hanya lengkap secara struktur, tetapi juga aktif dalam gerakan. Dengan loyalitas, komitmen, dan tanggung jawab, kepengurusan baru diharapkan mampu menjalankan program kerja secara konsisten serta menghadirkan manfaat bagi kader, pelajar, dan masyarakat.
Sebab, amanah organisasi tidak diukur dari seberapa khidmat ikrar diucapkan, tetapi dari seberapa sungguh-sungguh tanggung jawab itu ditunaikan setelah pelantikan usai.
Penulis : Khasanul Muna
Editor : RM
![Masjid Al-Aqsha Menara Kudus [doc. Asna Maulana]](https://pelajarkudus.com/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-06-at-14.01.33.jpeg)








Leave a Review