Pelajar Kudus – Mengangkat tema “IPNU-IPPNU di Mata Pelajar Sekarang”, Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kudus menyelenggarakan Diskusi Pelajar pada Selasa, 2 September 2025 di Musholla Kantor PC. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU se-Kabupaten Kudus.
Diskusi ini merupakan tindak lanjut dari survey organisasi yang dilakukan sehari sebelumnya kepada seluruh jajaran pengurus IPNU-IPPNU. Dengan begitu, pembahasan dalam forum tidak hanya bersifat umum, tetapi juga berdasarkan hasil survei yang menggambarkan kondisi aktual organisasi.
Dalam pemaparannya, Joni Prabowo, S.Kom. menegaskan bahwa IPNU-IPPNU perlu lebih terbuka terhadap kolaborasi.
“Saat ini, 70 persen kesuksesan tidak hanya berasal dari kepandaian materi, melainkan dari soft skill dan kolaborasi. IPNU-IPPNU harus mampu berjejaring dengan berbagai komunitas,” jelasnya.
Lebih lanjut, Joni juga mengingatkan perlunya IPNU-IPPNU menghapus kebiasaan buruk seperti keterlambatan waktu dan lemahnya komitmen antar pengurus. Menurutnya, pembenahan internal harus menjadi prioritas sebelum menargetkan kegiatan ke pelajar umum di luar organisasi.

Selain itu, ia menyoroti adanya oknum tidak bertanggung jawab di tubuh NU yang berdampak negatif terhadap citra IPNU-IPPNU. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan kader – kader yang dapat melawan narasi miring dan memperkuat citra positif organisasi di kalangan pelajar maupun masyarakat.
Ketua IPNU Kudus, Basar, menegaskan bahwa lahirnya kegiatan ini merupakan jawaban atas minimnya ruang diskusi bagi pelajar.
“Kurangnya ruang diskusi bagi pelajar membuat tercetusnya kegiatan Diskusi Pelajar di Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Kudus ini. Kegiatan yang dilaksanakan di Musholla Cabang ini bertujuan untuk menghidupkan kembali budaya diskusi di ruang-ruang agama yang sekarang semakin ditinggalkan. Harapannya, diskusi ini dapat menciptakan pemikiran dan ide-ide baru serta menjadi ruang aspirasi bagi Pimpinan Anak Cabang, Pimpinan Ranting, dan Pimpinan Komisariat. Ke depan, kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan dengan jangkauan audiens yang lebih luas,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua IPPNU Kudus, Chusna, menekankan pentingnya IPNU-IPPNU menjadi wadah pengembangan diri.

“Minat pelajar dalam berorganisasi saat ini masih minim. Banyak kader hanya hadir dalam jumlah, belum dalam kualitas. Tugas kita adalah menjadi jembatan agar para kader bisa mengembangkan minat, bakat, dan keahlian mereka. Karena itu, diperlukan program dan kegiatan yang menarik sekaligus bermanfaat bagi pelajar secara umum,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, PC IPNU-IPPNU Kudus berharap dapat menghidupkan kembali budaya diskusi di ruang-ruang agama yang kini mulai ditinggalkan. Selain itu, forum ini juga menjadi wadah aspirasi bagi PAC, PR, maupun PK IPNU-IPPNU di Kudus untuk melahirkan ide-ide baru serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis yang tepat guna.
Penulis : Zidan
Editor : Nhy
![Masjid Al-Aqsha Menara Kudus [doc. Asna Maulana]](https://pelajarkudus.com/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-06-at-14.01.33.jpeg)







