Pelajar Kudus – Mengangkat tema “Penguatan Peran Pelajar Dalam Transformasi Dan Pelestarian Kebudayaan Lokal”, PC IPNU IPPNU bersama Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) adakan Ngaji Literasi. Pada Hari Jum’at, 23 Mei 2025 bertempat di Aula Gedung Serbaguna Darul Hadlonah.
Roy selaku ketua penitia menyebutkan tujuan diakannya kegiatan ini, disamping bisa berkolaborasi dengan penggerak budaya seperti KBPW, acara diseminasi budaya atau ngaji budaya diharapkan agar pelajar bisa ikut melestarikan budaya di daerah lokalnya masing – masing dan lebih mengetahui betapa pentingnya menjaga dan melestarikan budaya yang telah berjalan dari masa ke masa.
Kegiatan ini dihadiri pemateri yang ahli dalam bidangnya diantaranya : Muhammad Zaini dengan sapaan akrab Jesi selaku Koordinator KBPW, Abu Hasan Asy’ari yang biasa dipanggil Abu selaku Ketua Lesbumi Kudus, dan Dian Puspita Sari yang akrab dipanggil Uplik dari Dewan Kesenian Kudus. Masing – masing pemateri menyampaikan statementnya mengenai kebudayaan sekaligus upaya dalam pelestarian kebudayaan tersebut, terutama bagi para pelajar.

Jesi mengatakan, sebagai harus menjadi pionir dalam melaksanakan wacana untuk melestarikan budaya, salah satunya dengan menyelaraskan sejarah dengan peresepsi yg sebenarnya.
“Kita sebagai pelajar harus fokus satu titik, dimana apabila kita sudah fokus pada satu titik hal – hal lain pasti akan mengikutinya”, pesan Jesi kepada pelajar.
Abu juga menyampaikan perspektif Islam, bahwa Islam bukan hanya soal syari’at tapi juga membicarakan perihal peradaban, dimana peradaban ini berkaitan juga dengan kebudayaan. Beliau juga menyampaikan kepada pelajar terutama IPNU IPPNU, bahwa budaya yang perlu dan seharusnya dilestarikan adalah budaya silaturrahim. Dimana, silaturrahim ini untuk menambah sinergi dengan beberapa pihak yanh bisa berdampak baik bagi keberlangsungan pelajar kedepannya.
Uplik menyampaikan bahwa kebudayaan adalah hal yang dinamis, dimana ini akan menjadi pertanyaan kira – kira budaya mana yang perlu dilestarikan dan budaya mana yang perlu dikritisi. Budaya yang perlu dilestarikan adalah budaya yang memang dampaknya baik. Kita juga tidak boleh menolak budaya baru yang sekiranya dampaknya lebih baik dari pada kita memertahankan budaya yang lama, salah satunya adalah trend berhijab pada perempuan saat ini.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Saya mendapat pengetahuan baru mengenai kebudayaan yang tudak hanya berfokus pada kesenian tapi juga keterpelajaran dan budaya di IPNU IPPNU. Kita juga dapat mengenatahui program dari departemen OSB disetiap PAC IPNU IPPNU di Kabupaten Kudus”. Tutur Maudi salah satu peserta Ngaji Budaya.
Penulis : Nuhaya
![Masjid Al-Aqsha Menara Kudus [doc. Asna Maulana]](https://pelajarkudus.com/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-06-at-14.01.33.jpeg)







