Pelajar Kudus – Komandan Kodim 0722/Kudus, Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie, S.Sos., M.Ham., menyoroti kesamaan antara dunia intelijen dan jurnalistik dalam Sarasehan dan Resepsi Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kudus di rumah dinas Wakil Bupati Kudus, Ngangkuk, Senin (16/2).
Mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, kegiatan tersebut menegaskan peran strategis pers dalam mendukung stabilitas nasional.
Dalam paparannya, Letkol Yuusufa menyebut dunia intelijen dan jurnalistik memiliki persamaan, yakni sama-sama mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan informasi. Perbedaannya terletak pada fungsi dan ruang lingkup kerja, namun keduanya, menurut dia harus berlandaskan prinsip pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Yang utama, keduanya harus berprinsip mengabdi pada bangsa dan negara,” imbuhnya.
Letkol yang pernah menempuh pendidikan jurnalistik selama tiga tahun di Filipina itu menekankan bahwa pers memiliki peran krusial dalam menjaga ketahanan negara melalui pemberitaan yang valid dan bertanggung jawab. Ia menilai media tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki pengaruh terhadap persepsi publik dan stabilitas nasional.
Sebagai ilustrasi, ia menyinggung peran media dalam kemenangan Vietnam dalam perang dengan Amerika Serikat. Meski bukan faktor tunggal, pemberitaan pers saat itu dinilai memberi tekanan terhadap stabilitas negara lawan.
“Ini menunjukkan betapa besar pengaruh media terhadap arah kebijakan dan ketahanan sebuah negara,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PWI Kudus Saiful Annas menilai sarasehan tersebut penting sebagai ruang dialog untuk memahami perspektif pemerintah terhadap posisi pers saat ini. Ia menegaskan bahwa independensi tetap menjadi fondasi utama dalam membangun pers yang sehat.
“Pers harus independen dan mampu menghadirkan sudut pandang yang jarang disorot, agar publik memperoleh gambaran utuh,” katanya.

Bupati Kudus Dr. Ars. Sam’ani Intakoris, S.T., M.T., yang turut hadir, menyampaikan bahwa pers merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Ia berharap momentum HPN dapat memperkuat profesionalisme pers di Kudus.
“Semoga pers semakin profesional dan sehat, serta dapat berjalan beriringan dalam mewujudkan program ‘Kudus Sehat’,” ujarnya.
Sarasehan ini menjadi momentum refleksi peran media di tengah dinamika sosial dan politik saat ini. Sekaligus pengingat bawah Pers bisa menjadi alat ketahanan nasional.
Reporter : Umi Ume
![Masjid Al-Aqsha Menara Kudus [doc. Asna Maulana]](https://pelajarkudus.com/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-06-at-14.01.33.jpeg)







