Pelajarkudus_Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kudus resmi memulai rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 melalui kegiatan Kick Off yang digelar pada Rabu 14 Oktober 2026 di Aula Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Pusat. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus badan otonom (banom) serta lembaga-lembaga di bawah naungan PCNU Kudus.
Kegiatan Kick Off ini menjadi pembuka rangkaian peringatan HSN 2026 PCNU Kudus. Adapun kegiatan utama nantinya akan dipusatkan di Gedung NU Center PCNU Kudus, yang saat ini mulai kembali dibangun sebagai bagian dari program jangka panjang organisasi.
Acara diawali dengan pembacaan istigasah, dilanjutkan sambutan-sambutan, penyerahan tali asih kepada marbot, serta penyerahan sertifikat bagi para penyembelih. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menghidupkan kembali semangat perjuangan santri dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Ketua Panitia HSN 2026 PCNU Kudus, dr. Renni Yuniati, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Hari Santri bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk penghormatan terhadap perjuangan para santri dan kiai dalam mempertahankan kemerdekaan serta memperjuangkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, semangat perjuangan para pendahulu perlu terus dirawat dan diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia juga mengajak seluruh warga Nahdliyin di Kabupaten Kudus untuk berpartisipasi dan meramaikan setiap kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan HSN 2026 PCNU Kudus.
“Mari bersama-sama menyukseskan rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional 2026 PCNU Kudus. Momentum ini bukan hanya untuk mengenang perjuangan para pendahulu, tetapi juga untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan mereka dalam kehidupan kita hari ini,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.
Sementara itu, Ketua PCNU Kudus, KH. Asyrofi Masyitho, mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk terus meneguhkan komitmen dalam menjaga NKRI dan melanjutkan perjuangan Nahdlatul Ulama. Ia mengingatkan bahwa generasi saat ini dapat menikmati hasil perjuangan para santri dan ulama terdahulu, meskipun tidak mengalami langsung beratnya perjuangan mereka.
Menurutnya, semangat NKRI harga mati harus terus menjadi bagian dari komitmen warga Nahdliyin, terutama dalam meneruskan perjuangan NU melalui kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, KH. Asyrofi juga menjelaskan alasan pemilihan Gedung NU Center sebagai lokasi utama rangkaian kegiatan HSN 2026. Selain menjadi pusat kegiatan, momentum ini diharapkan dapat memperkenalkan kembali program jangka panjang PCNU Kudus melalui pembangunan NU Center yang kini mulai dilanjutkan kembali.
Ia pun mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan tersebut melalui infak dan sedekah. Dukungan bersama diharapkan dapat mempercepat terwujudnya NU Center sebagai pusat kegiatan dan pengembangan organisasi Nahdlatul Ulama di Kabupaten Kudus.
Puncak pesan peringatan Hari Santri turut disampaikan melalui mauidhoh hasanah oleh KH. Ulil Albab Arwani. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak para santri untuk memahami kembali sejarah perjuangan para pendahulu sekaligus mengambil pelajaran dari nilai-nilai yang diwariskan.
Jika dahulu para santri dan ulama berjuang melawan penjajah demi kemerdekaan bangsa, menurut beliau, tantangan generasi saat ini adalah melanjutkan perjuangan tersebut dengan mengendalikan hawa nafsu dan memperbaiki diri.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan santri tidak berhenti pada catatan sejarah, tetapi terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari. Santri masa kini dituntut mampu menjaga nilai-nilai keislaman, memperkuat akhlak, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
Melalui Kick Off HSN 2026 ini, PCNU Kudus berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat kebersamaan warga Nahdliyin, serta menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan santri. Dengan menjadikan NU Center sebagai pusat kegiatan, peringatan tahun ini juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun organisasi dan melanjutkan khidmah Nahdlatul Ulama di Kabupaten Kudus.
Hari Santri bukan sekadar mengenang perjuangan masa lalu, melainkan melanjutkan perjuangan itu melalui pengabdian, akhlak, dan kontribusi nyata untuk masa depan.
Penulis : Rif’an Maulana
![Masjid Al-Aqsha Menara Kudus [doc. Asna Maulana]](https://pelajarkudus.com/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-06-at-14.01.33.jpeg)








Leave a Review