Pelajar Kudus – Dalam rangka mengenang perjuangan KHR. Asnawi para santri laksanakan napak tilas pada Jum’at, 12 Desember 2025, dengan rute dari Pondok Bendan menujun Makam Sunan Muria.
HM. Zaenuri, M.Si selaku panitia pelaksana menyampaikan, melalui Kegiatan Napak Tilas ini, harapan kita bukan hanya menempuh perjalanan fisik, tetapi juga melakukan perjalanan spiritual. Kita ingin mengenang dan meneladani perjuangan Mbah Asnawi dalam membimbing masyarakat dengan penuh keikhlasan.
Beliau juga menyampaikan bahwa, Mbah Asnawi telah menjadwalkan diri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, memberikan pengajian dan bimbingan, khususnya bagi masyarakat pegunungan. Dari Pondok Bendan menuju Muria, jarak 15 km bukanlah hambatan bagi beliau. Dengan segala keterbatasan sarana transportasi pada masa itu, Mbah Asnawi tetap istiqamah berjalan kaki, mendampingi dan membina umat.
Kita mengambil pembelajaran bahwa menjadi santri tidak hanya belajar di pondok, tetapi juga mengikuti jejak laku para ulama. Ada pembelajaran setelah lakunya Mbah Asnawi, yakni bagaimana kita memahami bagaimana kita belajar dengan sungguh-sungguh, bagaimana kita mengamalkan nilai-nilai yang telah diajarkan, bagaimana kita membentuk kepribadian yang berkarakter.
Bagaimana para santri dapat hidup berdampingan dengan rukun, saling menghormati, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Nilai-nilai yang diajarkan Mbah Asnawi inilah yang ingin kita teruskan. Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kita sebagai santri dan sebagai umat, agar mampu meneruskan perjuangan beliau.” Imbuhnya.

Sam’ani Intakoris selaku Bupati Kudus menyampaikan dalam sambutannya. Bahwa pada kesempatan ini, kita bersama-sama mengenang dan meneladani perjuangan Mbah Asnawi. Beliau telah melakukan berbagai laku dan usaha dakwah untuk menyiarkan agama Islam dengan penuh keikhlasan dan keteguhan hati.
Sebagai generasi muda, sudah selayaknya kita mengisi kegiatan kita dengan hal-hal yang bermanfaat: belajar dengan sungguh-sungguh, berbuat baik di tengah masyarakat, serta meneruskan nilai-nilai kebaikan yang telah dicontohkan oleh Mbah Asnawi.
“Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan ini. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.
Budaya napak tilas ini kita jadikan sebagai semangat bersama, sebuah spirit bahwa laku Mbah Asnawi adalah laku kita semua, dan perjuangan beliau kita lanjutkan dalam kehidupan kita sehari-hari.” Imbuhnya.
Niswa salah satu peserta Napak Tilas menyampaikan, bahwa bukti sebagai santri Mbah Asnawi inilah salah satu bentuk pengabdian dengan cara meneladani perjuangan dari KHR. Asnawi dengan cara mengamalkan apa yang telah beliau ajarkan.
Penulis : nhy
Editor : rfn
![Masjid Al-Aqsha Menara Kudus [doc. Asna Maulana]](https://pelajarkudus.com/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-06-at-14.01.33.jpeg)







