Ngopi, Ngaji, dan Pelantikan: Malam Penuh Makna Bersama PR IPNU-IPPNU Desa Jepang

Pelajar Kudus_Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Desa Jepang gelar Pelantikan, berlangsung pada Sabtu, 11 Oktober 2025 dengan khidmat dan penuh makna di halaman Masjid Roudlotul Jannah, Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk pengajian umum dan ngopi bareng, menghadirkan suasana hangat yang mempertemukan pelajar, alumni, dan masyarakat desa.

Antusiasme masyarakat cukup terlihat terbukti dari setelah waktu Isya masyarakat sudah memenuhi lokasi acara. Sementara para alumni datang dengan wajah sumringah, menyaksikan generasi penerus yang siap melanjutkan perjuangan organisasi.

Dalam mauidhoh hasanahnya, Mbah Sholah menyampaikan pesan yang penuh makna. Beliau menegaskan pentingnya peran generasi atas untuk tetap turun mendampingi yang muda.

“Yang atas itu harus turun, bantu adik-adiknya. Kasihan kalau dibiarkan sendiri. Adik-adik butuh bantuan karena mereka masih butuh bimbingan kalian, dan yang tua jangan hanya melihat dari jauh saja.” Imbuhnya.

Di balik kalimat sederhana dari Beliau, tersimpan pesan bahwa organisasi bukan hanya soal jabatan dan kegiatan, tapi juga soal kepedulian dan kebersamaan lintas generasi.

Mbah Sholah juga berpesan agar kader IPNU-IPPNU tidak melupakan jati dirinya sebagai pelajar Nahdlatul Ulama.

“Pelajar IPNU-IPPNU itu harus tetap ngaji. Karena pelajar NU yang sejati ya yang selalu ingat dengan ngaji. Kalau sudah sibuk organisasi tapi jauh dari ngaji, itu seperti pohon tanpa akar,” Tuturnya kepada hadirin.

Kata-kata itu menjadi pengingat bahwa berorganisasi tanpa dasar ilmu dan adab hanya akan kehilangan arah. Ngaji menjadi napas perjuangan, sedangkan kebersamaan menjadi ruhnya.

Usai pengajian, acara dilanjutkan dengan ngopi bareng dan pembagian doorprize yang membuat suasana semakin akrab dan asyik. Canda, tawa, dan obrolan ringan di antara hadirin dari anak-anak hingga lansia menutup malam itu dengan nuansa kekeluargaan yang hangat.

Pelantikan PR IPNU-IPPNU Desa Jepang tahun ini bukan sekadar acara seremonial. Ia menjadi momentum untuk mengikat kembali semangat perjuangan dan nilai-nilai kekeluargaan. Karena seperti pesan Mbah Sholah, organisasi akan terus kuat jika yang senior mau turun membantu, dan yang muda tetap menghormati serta meneladani.

Penulis : Cerina Geandra Andriani
Editor : Nhy