PC IPNU IPPNU Kudus Ambil Sikap Tegas Terkait Dugaan Keracunan Massal Siswa SMA 2 Kudus

Pelajar Kudus- Ratusan siswa SMA Negeri 2 Kudus diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 29 Januari 2025, dengan jumlah korban mencapai sekitar 488 siswa dari berbagai kelas tingkat X, XI, dan XII.
Berdasarkan keterangan salah satu siswa, gejala keracunan sudah mulai dirasakan sejak Rabu (28/1/2025) setelah menyantap menu MBG berupa nasi putih, tempe, ayam, cambah, dan kuah soto. Menurut siswa tersebut, rasa kuah soto yang disajikan terasa berbeda dari biasanya.
“Waktu hari Rabu makan menu soto, rasanya memang agak lain. Setelah makan, perut sudah mulai sakit,” ujarnya.
Pada Kamis (29/1/2025), keluhan semakin parah. Banyak siswa mengeluhkan sakit perut, mual, hingga lemas sehingga tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Pihak sekolah hingga kini masih melakukan pendataan serta koordinasi dengan pihak terkait untuk menangani para siswa yang terdampak. Dugaan sementara mengarah pada makanan MBG sebagai penyebab keracunan massal.
Menanggapi peristiwa ini, Ketua PC IPNU Kudus, Abdullah Basar, menyampaikan keprihatinan mendalam. Ia menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan pelajar harus menjadi prioritas utama, mengingat program MBG sejatinya bertujuan meningkatkan gizi dan kesejahteraan siswa.
“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Program MBG seharusnya memberikan manfaat bagi pelajar, bukan menimbulkan masalah kesehatan. Ini perlu menjadi evaluasi serius bagi semua pihak terkait,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PC IPPNU Kudus, Rizky Nailil Chusna, mendorong adanya penyelidikan menyeluruh terhadap penyedia dan proses distribusi makanan MBG agar penyebab pasti keracunan segera diketahui.
“Kami meminta pihak berwenang, baik sekolah, dinas kesehatan, maupun instansi terkait, untuk melakukan pemeriksaan secara transparan dan menyeluruh. Ke depan, pengawasan kualitas makanan harus diperketat agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
PC IPNU IPPNU Kudus menyatakan siap mengawal proses penanganan dan evaluasi program MBG, serta mendorong pendampingan bagi siswa terdampak hingga kondisi mereka benar-benar pulih.

Reporter : Rif’an Maulana