Pelajarkudus_Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Kudus kembali menyelenggarakan Latihan Kader Utama (LAKUT) Tahun 2026 sebagai bagian dari penguatan sistem kaderisasi berjenjang. Kegiatan ini menjadi ikhtiar strategis untuk mencetak kader pelajar NU yang tidak hanya kokoh secara ideologis, tetapi juga visioner, kritis, dan siap melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi.
LAKUT yang diikuti 30 peserta terpilih ini berlangsung selama lima hari, 2–6 Januari 2026, bertempat di Madrasah Aliyah NU Nahdlatul Muslimin, Undaan Kidul, Kudus. Selama kegiatan, peserta ditempa melalui berbagai materi ideologi ke-NU-an, ke-IPNU-IPPNU-an, kepemimpinan, manajemen organisasi, hingga analisis sosial, yang dikemas dalam forum kelas, diskusi kelompok, serta dinamika lapangan.
Dari rangkaian kegiatan yang padat dan intensif tersebut, panitia menetapkan dua Kader Terbaik, masing-masing satu dari IPNU dan satu dari IPPNU. Penilaian dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek dedikasi, kedisiplinan, partisipasi aktif, tanggung jawab, serta kepemimpinan selama proses kaderisasi berlangsung.
Predikat Kader Terbaik IPNU diraih oleh Rekan Muhammad Ammar, Wakil Ketua III Bidang Jaringan Sekolah dan Pesantren PAC IPNU Kecamatan Dawe. Selain aktif di organisasi, Ammar juga merupakan mahasiswa Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin di UIN Sunan Kudus. Selama LAKUT, ia dinilai konsisten menunjukkan penguasaan materi, kedisiplinan tinggi, serta kemampuan analisis kritis yang tajam dalam setiap forum diskusi dan pemecahan masalah.
Sementara itu, predikat Kader Terbaik IPPNU diraih oleh Rekanita Rizka, anggota Departemen Kaderisasi PC IPPNU Kudus dia juga ketua PAC IPPNU Kecamatan Jati. Rizka tampil aktif dalam dinamika kelompok, mampu membangun komunikasi yang baik antar peserta, serta menunjukkan tanggung jawab dan kepekaan sosial selama kegiatan berlangsung.
Menariknya, baik Ammar maupun Rizka mengaku tidak memiliki ekspektasi khusus untuk meraih predikat Kader Terbaik. Ammar menyebut bahwa dirinya mengikuti LAKUT sebagaimana peserta lain, tanpa persiapan istimewa.
“Persiapan saya sama seperti teman-teman yang lain. Mungkin yang membedakan adalah kebiasaan membaca, karena membaca membuka jendela dunia dan membantu memahami berbagai persoalan,” ungkapnya.
Sementara itu, Rizka yang memiliki hobi travelling mengaku LAKUT memberinya pengalaman berharga dalam memperluas sudut pandang dan membentuk pola pikir yang lebih terbuka.
“Mengikuti LAKUT membuat pola pikir saya lebih open minded dan membantu memahami langkah ke depan, sejalan dengan tema visioner yang diusung dalam kegiatan ini,” tuturnya.
Penetapan Kader Terbaik LAKUT 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga pemantik semangat bagi seluruh kader IPNU–IPPNU Kabupaten Kudus untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat militansi organisasi, serta berperan aktif dalam menjawab tantangan pelajar NU di masa depan.
Kontributor : Umi Ume
Editor : Rfn
![Masjid Al-Aqsha Menara Kudus [doc. Asna Maulana]](https://pelajarkudus.com/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-06-at-14.01.33.jpeg)







