Pelajar Kudus_Gedung IPHI JHK Kudus menjadi saksi antusiasme luar biasa ratusan anak muda dalam gelaran acara International Edupreneurship Seminar (IES) bertajuk “Building the Mentality of Kudus’s Young Generation for Entrepreneurship and Global Competitive”. Acara ini sukses menyedot perhatian lebih dari 700 peserta yang memadati ruangan hingga melebihi kapasitas kursi yang disediakan oleh panitia.
Ketua Panitia IES Kudus, Maulana Yusuf, mengungkapkan bahwa misi utama dari kegiatan ini adalah membenahi pola pikir (mindset) generasi muda di tengah dunia yang bergerak semakin cepat. Menurutnya, masalah utama saat ini adalah banyaknya anak muda yang kurang produktif karena terjebak dalam kebiasaan “nongkrong tidak jelas” dan membuang-buang waktu.
Dalam wawancara, Yusuf menekankan bahwa output yang ingin dicapai adalah membangun kesadaran wirausaha yang kuat. Ia menyoroti kesalahan umum pemula yang terlalu fokus pada produk tanpa memperkuat pelayanan atau business service.
“Banyak anak muda fokus berbisnis dengan produk, saat 2-4 kali jatuh itu dia tidak mau bangkit lagi gara-gara servicenya tidak pernah clear,” jelas Yusuf.
Ia menambahkan bahwa dalam berwirausaha, modal uang sebenarnya berada di urutan nomor lima. “Di mana nomor 1 sampai 4-nya itu adalah pelayanan ataupun kekuatan dari dalam diri kita atau self developmentnya dulu,” tegasnya.
Seminar skala internasional ini menghadirkan dua narasumber hebat, yakni Mr. Syafii Efendi (Tokoh Inspirator Indonesia) dan Mr. M. Anas Hameeyae dari Thailand. Acara kali ini juga dihadiri oleh perwakilan Bupati Kudus melalui Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Ketua LP Ma’arif NU, serta berbagai organisasi kepemudaan seperti PC IPNU IPPNU Kudus hingga Forum OSIS Kudus.
Selain ilmu yang melimpah, suasana semakin meriah dengan adanya berbagai doorprize menarik, termasuk hadiah utama berupa tiket pulang-pergi (PP) Indonesia-Singapura.
Dampak nyata seminar ini dirasakan langsung oleh para peserta. Armiza Armoza Artiqa dari MA NU Hasyim As’ari 03 Kudus, mengaku ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti seminar.
“Sejujurnya aku anaknya agak pemalu dan introvert, tapi waktu ikut acara seminar Edupreneurship aku jadi dapat banyak teman dan mulai berani,” ungkap Armiza. Ia berharap acara ini bisa menjangkau pelosok Indonesia demi membangun mindset wirausaha pemuda nasional.
Senada dengan Armiza, Farel Aditya Abdiyansah dari SMK Muhammadiyah Undaan Kudus, merasa mendapatkan suntikan kepercayaan diri yang besar, terutama melalui konsep “In The Zone”.
“Saya mendapatkan ilmu yang penting yaitu tentang In The Zone: berhentilah menjalani hidup apa kata orang, jalani hidup apa kata Tuhan. Itu membuat saya percaya diri,” kata Farel.
Acara yang merupakan kolaborasi antara GKN, PC IPNU IPPNU Kudus, BEM Universitas Muhammadiyah Kudus, dan Forum OSIS Kudus ini dinilai sangat berhasil. Maulana Yusuf berharap melalui IES, anak muda Kudus tidak lagi hanya menginginkan hasil instan, melainkan mau menghargai proses panjang dan perjuangan dalam belajar.
Reporter : Maulida
![Masjid Al-Aqsha Menara Kudus [doc. Asna Maulana]](https://pelajarkudus.com/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-06-at-14.01.33.jpeg)








Leave a Review