PelajarKudus_Nama El-Rachma bukanlah hal baru di lingkungan PAC IPNU–IPPNU Kaliwungu. Identitas ini telah digunakan sejak dua periode sebelumnya melalui Grup Rebana El-Rachma PAC IPNU–IPPNU Kaliwungu yang aktif mengisi berbagai kegiatan keagamaan dan organisasi. Berangkat dari nama tersebut, kini El-Rachma hadir dalam wajah baru melalui Nasyid El-Rachma, sebagai upaya pengembangan kreativitas pelajar putri di bidang seni Islami.
Gagasan pembentukan Nasyid El-Rachma bermula dalam rapat perdana Konferensi Anak Cabang (Konferancab) PAC IPNU–IPPNU Kaliwungu. Dalam rapat tersebut, panitia mendapati belum adanya pengisi untuk agenda pra-acara. Dari kondisi itulah muncul ide spontan untuk menghadirkan penampilan nasyid, seiring berkembangnya seni nasyid yang semakin digemari di kalangan pondok pesantren. Ide tersebut kemudian disepakati bersama dan menjadi titik awal dirintisnya Nasyid El-Rachma.
Sehari setelah rapat, tim langsung bergerak cepat melakukan persiapan. Panitia mulai mencari vokalis dari kalangan pelajar putri di wilayah Kaliwungu, sekaligus merumuskan konsep penampilan, menentukan instrumen musik, serta memilih sholawat yang akan dibawakan. Pada tahap awal, sempat muncul kekhawatiran terkait kesiapan tim, mengingat waktu persiapan yang sangat terbatas, yakni hanya satu minggu, dengan waktu latihan efektif selama empat hari.
Dalam proses latihan, berbagai tantangan pun dihadapi. Kehadiran personel yang tidak selalu lengkap akibat faktor cuaca hujan serta kendala perizinan dari orang tua menjadi hambatan tersendiri. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para personel. Seluruh anggota tetap menunjukkan antusiasme tinggi dan komitmen kuat untuk memberikan penampilan terbaik dalam Pengajian Pra-Konferancab.
Pada awal pembentukannya, Nasyid El-Rachma beranggotakan 16 pelajar putri dari berbagai wilayah di Kaliwungu. Namun menjelang hari pelaksanaan (H-1), dua personel memutuskan untuk mengundurkan diri. Kendati demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi kekompakan tim. Para personel yang tersisa justru semakin solid dan bertekad tampil maksimal.
Daya tarik tersendiri dari Nasyid El-Rachma PAC IPPNU Kaliwungu terletak pada statusnya sebagai penampilan perdana (first launching). Selain itu, Nasyid El-Rachma juga tercatat sebagai grup nasyid pertama di lingkup IPPNU, dan hingga saat ini masih menjadi satu-satunya di wilayah Kaliwungu, Kudus, bahkan di tingkat nasional.
“Ini adalah pengalaman pertama dan menjadi langkah awal kami. Meski dengan persiapan yang singkat dan berbagai keterbatasan, kami bersyukur Nasyid El-Rachma bisa tampil dan diterima dengan baik. Semoga ke depan dapat terus berkembang dan menjadi wadah kreativitas pelajar putri IPPNU,” ujar Salma Manunal Ahna.
Melalui kehadiran Nasyid El-Rachma, PAC IPPNU Kaliwungu berharap dapat terus mendorong pelajar putri untuk berani berkarya, mengekspresikan potensi diri, serta berkontribusi positif dalam syiar Islam melalui seni yang berlandaskan nilai-nilai akhlakul karimah.
Kontributor : salma manunal ahna
Editor : RM
![Masjid Al-Aqsha Menara Kudus [doc. Asna Maulana]](https://pelajarkudus.com/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-06-at-14.01.33.jpeg)








Leave a Review