LAKMUD 2022 Selesai. Berhasil Cetak Kader yang Optimal?

penyiraman air kembang saat pembaiatan [doc.pena undaan]
penyiraman air kembang saat pembaiatan [doc.pena undaan]

Pelajar Kudus – Dengan mengusung tema “Optimalisasi Peran kader yang Progresif dan Bertanggung Jawab”. Karena dilatar belakangi oleh kurangnya kebersamaan, pengetahuan serta tanggung jawab yang dimiliki kader Undaan. Selain latar belakang yang menjadi acuan diusungnya tema tersebut ada beberapa harapan yang dibebankan pada para peserta

pembukaan LAKMUD [doc.pena undaan]
pembukaan LAKMUD [doc.pena undaan]
Latihan Kader Muda (LAKMUD) yang diselenggarakan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’) bersama IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’) Undaan berhasil terselenggara pada tanggal 1-4 Maret 2022 di MTs NU Maslakul Falah Glagahwaru Undaan Kudus. diikuti 40 peserta yang lolos setelah melewati proses seleksi panjang dari berbagai perwakilan Pimpinan Ranting (PR) se-Kecamatan Undaan.

M Idkholus Surur selaku ketua panitia menjelaskan tema yang diangkat pada kegiatan Lakmud tahun ini.

“Mengapa optimalisasi? karena dalam organisasi itu tidak perlu yang namanya maksimal yang terpenting adalah optimal. Dengan adanya keoptimalan ini nanti diharapkan peran kader yang progresif itu bisa mengetahui semua hal atau bisa mencari pengetahuan yang mereka peroleh dari pengalaman kegiatan Lakmud ini. Dengan nantinya mereka bisa memberi tahu dan memberikan apa yang mereka ketahui. Kemudian apa yang mereka ketahui dan apa yang mereka ingin tahu itu dapat dijadikan rasa tanggung jawab mereka. Jadi bukan berarti dia hanya tahu tapi dia harus bisa bertanggung jawab atas apa yang dia ketahui. Sehingga bisa menjadikan peran kader yang progresif dan bertanggung jawab,” jelas Surur

diskusi kelompok [doc.pena undaan]
diskusi kelompok [doc.pena undaan]
“peserta harus sesuai apa yang diharapkan panitia yaitu progresif dan tanggung jawab. untuk hari pertama mereka masih belum ada rasa tanggung jawab. Pada hari kedua setelah di evaluasi cukup ada perkembangan sehingga mereka tau posisi mereka disini sebagai apa. Sebagai peserta yang mereka harus mandiri karena sudah berada di tingkat lakmud. Sehingga acuan pada hari ini bisa menjadikan mereka kedisiplinan, istiqomah tidak hanya di lakmud tetapi di kegiatan PAC yang lainnya. Apabila diberi amanah di kegiatan PAC mereka bisa bertanggung jawab”. Tutur Muqim selaku Koordinator Instruktur PC Kudus.

Muqim yang memperjelas perkembangan dan progres peserta Lakmud Undaan selama 4 hari dengan 12 materi yakni memastikan setiap hari selalu ada perubahan. Di hari pertama terkait materi ideologi dengan pendalaman materi dan evaluasi dapat disimpulkan bahwa peserta secara ideologi ada perubahan dan perkembangan. Ketika sebelum mengikuti lakmud dan setelah mendapatkan materi di Aswaja, NU, ke IPNU-IPPNU an, ke Indonesiaan dan sebagainya mereka semakin paham, sehingga ketika mereka diberikan dan dihadapkan suatu masalah saat di pendalaman materi mereka mampu menjawab. Ketika ada permasalahan di kondisi masyarakat yang tidak sesuai dengan aliran maka mereka mampu mengatasi. Di bidang skill seperti teknik persidangan peserta juga bagus dalam memahami. Tetapi masih memiliki kendala yakni ada 12 dari 40 peserta yang izin.

praktek tata cara sidang [doc.pena undaan]
praktek tata cara sidang [doc.pena undaan]
Zuvan Dwi Budiharso selaku ketua PAC IPNU Undaan saat diwawancarai memberikan pesan kepada alumni Lakmud.

“Semoga kedepan untuk alumni Lakmud 2022 di periode saya ini dapat memberikan kontribusi yg nyata untuk IPNU-IPPNU di Undaan. Lakukanlah dan buat perbedaan. Buat sejarah, ukir nama rekan dan rekanita dan saya sangat beharap banyak dengan rekan dan rekanita agar bisa menunjukan kualitas dan menjadi contoh untuk semua kader-kader dan anggota IPNU-IPPNU khusunya di Undaan,” tutur Zuvan

pembacaan aqoid 50 sebagai bentuk melestarikan tradisi amaliah Aswaja [doc.pena undaan]
pembacaan aqoid 50 sebagai bentuk melestarikan tradisi amaliah Aswaja [doc.pena undaan]
“Semoga teman-teman bisa lebih solid kompak dan memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi. Karena di organisasi itu tidak butuh yang namanya banyak-banyak program kerja yang terpenting adalah kita harus nyaman terlebih dahulu. kalo kita nyaman semua hal yang melingkupi organisasi itu akan lebih enak,” pungkas Surur

Reporter : Adelia Anggraeni
Editor : Zunia

https://pelajarkudus.com/